Hubungan peran ayah dengan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan
The relationship between paternal roles and stunting among children aged 12–36 months
Keywords:
Peran ayah, stunting, anak usia 12–36 bulan, pengasuhanAbstract
Stunting pada anak merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh pola pengasuhan dalam keluarga, termasuk keterlibatan ayah. Peran ayah dalam pemenuhan gizi, pengasuhan, dan pemantauan kesehatan anak berpotensi memengaruhi status gizi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 anak usia 12–36 bulan yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Peran ayah diukur menggunakan kuesioner keterlibatan ayah, sedangkan status gizi anak dinilai berdasarkan indikator tinggi badan menurut usia (TB/U) sesuai standar WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (78,7%) dan mayoritas ayah memiliki peran yang baik dalam pengasuhan (91,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan (p = 0,003), di mana keterlibatan ayah yang baik berkaitan dengan risiko stunting yang lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelibatan ayah dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Stunting in children is a chronic nutritional problem influenced not only by inadequate nutrient intake but also by family caregiving practices, including paternal involvement. Fathers’ roles in nutritional provision, caregiving, and health monitoring may affect the nutritional status of young children. This study aimed to analyze the relationship between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months in the working area of Lima Puluh Subdistrict Primary Health Center, Pekanbaru City. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 108 children aged 12–36 months selected using a cluster random sampling technique. Paternal roles were measured using a father involvement questionnaire, while children’s nutritional status was assessed based on height-for-age (H/A) indicators according to WHO standards. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most children had normal nutritional status (78.7%) and the majority of fathers demonstrated good involvement in caregiving (91.7%). A significant relationship was found between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months (p = 0.003), where good paternal involvement was associated with a lower risk of stunting. These findings highlight the importance of engaging fathers in family-based stunting prevention efforts, particularly during the first 1,000 days of life.
Downloads
References
Fadilah, S. Z., Lestari, D. I., & Balaputra, I. (2024). Associated factors of father involvement in stunting prevention in toddlers based on transcultural nursing theory. Jurnal Kesehatan, 15(3). https://doi.org/10.26630/jk.v15i3.4662
Felle, Z. R., & Sahiddin, M. (2024). Unraveling potential confounding variables in the association between maternal malaria and child stunting in Papua: A case-control study with Mantel–Haenszel analysis. Public Health of Indonesia, 10(1), 33–44. https://doi.org/10.36685/phi.v10i1.772
Giallo, R., Cooklin, A., & Nicholson, J. M. (2024). Father involvement and emotion regulation during early childhood: A systematic review. BMC Psychology, 12(1), 182. https://doi.org/10.1186/s40359-024-02182-x
Handayani, S. (2023). Selamatkan generasi bangsa dari bahaya stunting. Journal of Midwifery Science and Women’s Health, 3(2), 87–92. https://doi.org/10.36082/jmswh.v3i2.1082
Masrif, Ngardita, I. R., Sahiddin, M., Pramestiyani, M., Mashar, H. M., & Annah, I. (2025). Paparan malaria maternal dan bayi berat lahir rendah: Studi kasus-kontrol di daerah endemik malaria Papua, Indonesia. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8(1), 1–7. https://doi.org/10.47539/jktp.v8i1.431
Notoatmodjo, S. (2018). Metode penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (4th ed.). Salemba Medika.
Oktavianisya, N., & Aliftitah, S. (2024). Peningkatan pengetahuan ayah dalam mencegah kejadian stunting melalui kelas ayah. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 14(2), 68–75. https://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/jik/article/view/376
Pleck, J. H. (2010). Paternal involvement. In M. E. Lamb (Ed.), The role of the father in child development (5th ed., pp. 58–93). John Wiley & Sons.
Purnamasari, I., Alviana, F., & Prihati, E. (2024). Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap stunting sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu. Idea Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–85. https://doi.org/10.53690/ipm.v2i02.276
Rahma, V. R., Mambang Sari, C. W., & Hendrawati, S. (2024). Father’s involvement in feeding and stimulating children’s growth and development with the incidence of stunting. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(4), 2161–2172. https://doi.org/10.37287/ijghr.v6i4.3224
Sahiddin, M., Ishak, H., Arsin, A. A., & Pramestiyani, M. (2024). Impact of early-life malaria exposure on childhood stunting: A case-control study in high endemic malaria area, Papua, Indonesia. Narra Journal, 4(3), e1451. https://doi.org/10.52225/narra.v4i3.1451
Sari, D. R., Hadi, R., & Lestari, P. (2023). Determinan multifaktorial stunting pada balita di Indonesia: Analisis data sensus kesehatan nasional. Jurnal Gizi Indonesia, 16(2), 45–56. https://journal.ipb.ac.id/jgizidietetik/article/view/51182
Sulistyono, R. E., Hayati, N., & Abdillah, A. (2023). Fathers’ involvement in handling growth disorder of children family members: A systematic review. Journal of the Pakistan Medical Association, 73(Suppl 2), S158–S161. https://doi.org/10.47391/JPMA.Ind-S2-36
Tanesab, D. L., & Farmawy, M. (2025). Fathers’ involvement in improving children’s nutrition: A systematic review. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 4(2), 96–107. https://journal.ipb.ac.id/jgizidietetik/article/view/63543
Wahyu, A., Ginting, L., & Sinaga, N. D. (2022). Jumlah anak, jarak kelahiran anak, dan peran ayah dengan kejadian stunting selama pandemi COVID-19. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 535–543.
World Health Organization, & UNICEF. (2023). Nurturing care framework progress report 2018–2023: Reflections and looking forward. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240076458
Yushuf, E., Ernawati, E., & Iskandar, D. (2025). Pengaruh pola asuh, fasilitas kesehatan, dan sanitasi lingkungan terhadap stunting di Puskesmas Selat Kabupaten Kapuas. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(1), 5–15. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i1.432
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Risma Safira S, Nurhannifah Rizky Tampubolon, Ririn Muthia Zukhra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Keperawatan Tropis Papua (JKTP) agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant Jurnal Keperawatan Tropis Papua (JKTP) right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License CC-BY-SA that allows others to remix, adapt, build upon the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication and initial publication in this journal.
Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Most read articles by the same author(s)
- Dinda Wulandari, Nurhannifah Rizky Tampubolon, Ririn Muthia Zukhra, Faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah di wilayah lahan basah , JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA: Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025










